Analisa kinerja keuangan

NAMA : NURY INDRIYANI
NPM : 22209083
KELAS : 4EB08
KELOMPOK : 3 (TIGA)

Analisa kinerja keuangan
Profitabilitas

Rasio keuntungan PT Vale pada tahun 2011 lebih rendah daripada tahun 2010. Kami terpengaruh oleh penurunan dalam volume produksi dan penjualan, kenaikan total kewajiban yang disebabkan oleh adanya penarikan tambahan pinjaman untuk Proyek Karebbe sebesar AS$150,0 juta di tahun 2011, kenaikan harga komoditas dan jasa.

Semua rasio profitabilitas menghadapi tantangan pada tahun 2011 karena adanya kenaikan biaya secara umum dan penurunan produksi. Tantangan terbesar datang dari harga bahan bakar minyak, yang mewakili 42% dari biaya produksi kami pada tahun 2001. Keberhasilan kami di masa depan akan tergantung pada harga nikel yang diharapkan lebih baik di tahun-tahun mendatang, demikian pula upaya yang dilakukan untuk mengefisiensikan struktur biaya kami.

PT Vale saat ini memilliki 9.936.338.720 saham yang dikeluarkan dan beredar. Laba bersih per saham adalah AS$0,03 pada tahun 2011, dibandingkan AS$0,04 pada tahun 2010, sebagai hasil dari kondisi yang dijelaskan di atas.

Likuiditas

Risiko likuiditas muncul jika PT Vale mengalami kesulitan dalam memperoleh pendanaan. Manajemen risiko likuiditas yang berhati-berhati adalah mempertahankan kecukupan kas dan setara kas. PT Vale mengelola risiko likuiditas dengan terus memantau perkiraan dan arus kas aktual, serta membandingkan jatuh tempo aset-aset dan kewajiban-kewajiban keuangan. Kami yakin likuiditas kami tetap baik, yang ditunjukkan dari rasio lancar per 31 Desember 2011 dan 2010 tetap stabil berkisar pada tingkat lebih dari 4 kali.
Rasio lancar per 31 Desember 2011 adalah 4,36 sedikit lebih rendah daripada rasio pada tahun 2010 sebesar 4,51, disebabkan oleh kenaikan kewajiban lancar sebesar 13% yang lebih besar daripada kenaikan aset lancar sebesar 9%. Peningkatan aset lancar didorong oleh kenaikan pada kas yang dibatasi penggunaannya, piutang pajak dan persediaan, diimbangi oleh penurunan dalam kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lainnya, serta biaya dibayar di muka dan uang muka. Kenaikan kewajiban lancar didorong oleh kenaikan hutang usaha kepada pihak ketiga dan bagian jangka pendek dari pinjaman jangka panjang, yang diimbangi oleh penurunan hutang usaha – pihak-pihak berelasi, biaya yang masih harus dibayar, hutang pajak dan kewajiban lancar lainnya. Penjelasan tentang analisa aset lancar dan kewajiban lancar pada bagian “Analisa Keuangan – Aset Lancar dan Kewajiban Lancar”.

Rasio modal kerja bersih terhadap total aset stabil pada rasio sebesar 0,25 kali pada tahun 2011 dan 2010. PT Vale telah melakukan langkah-langkah signifikan dan mempertahankan perbaikan dalam pengelolaan modal kerja, yang ditunjukkan dari pengelolaan perputaran piutang usaha dan persediaan yang lebih.

Rasio kewajiban

Sebagian besar peningkatan rasio kewajiban berhubungan dengan kenaikan pada total kewajiban karena penarikan tambahan pinjaman sebesar AS$150,0 juta dari pinjaman Perjanjian Fasilitas Ekspor Seminar (SEFA) pada bulan Maret 2011. Kenaikan pada total
dihasilkan dari laba bersih pada tahun ini , yang diimbangi oleh dividen yang diumumkan sepanjang tahun ini, sementara total aset bertambah terutama terkait dengan peningkatan dari piutang pajak, persediaan, kas yang dibatasi penggunaannya dan aset tetap, diimbangi oleh penurunan dalam piutang usaha.

Rasio hutang terhadap ekuitas meningkat menjadi 0.37 pada tahun 2011 disebabkan oleh kenaikan total kewajiban yang lebih besar daripada kenaikan dari total ekuitas. Kenaikan pada total aset yang lebih tinggi daripada kenaikan total kewajiban, berakibat pada kenaikan rasio hutang menjadi 0,27 di tahun 2011 dari rasio sebesar 0,23 pada tahun 2010.

Sama seperti kondisi di atas, rasio hutang tertentu dan rasio hutang terhadap ekuitas meningkat sebesar 100% dari tahun lalu disebabkan oleh penerimaan dari tambahan pinjaman SEFA sebesar AS$150 juta sebagaimana dijelaskan di atas, dari pinjaman yang
sudah ada sebesar AS$150,0 juta, menjadi AS$300,0 juta.

Rasio hutang terhadap EBITDA meningkat menjadi 0,53 dan rasio hutang terhadap nilai Perseroan meningkat menjadi 0,09 pada tahun 2011 terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman SEFA sebesar 100% pada tahun 2011, sementara pada saat yang sama, baik EBITDA maupun nilai Perseroan mengalami penurunan pada tahun 2011.
Penurunan EBITDA disebabkan oleh tekanan terhadap biaya serta penurunan volume penjualan, sementara penurunan dalam nilai Perseroan terutama terkait dengan krisis di Eropa, meskipun dampaknya minimal terhadap bursa saham Indonesia dan saham PT Vale.

Rasio arus kas operasi terhadap hutang berkurang dari 4,56 pada tahun 2010 menjadi 1,04 pada tahun 2011, namun rasio hutang terhadap arus kas operasi dikurangi dividen yang dibayar meningkat dari 0,47 pada tahun 2010 menjadi 3.74 pada tahun 2011. Kondisi ini terjadi karena penurunan arus kas dari operasi dibandingkan dengan peningkatan total pinjaman bersih.

Aset

Aset Lancar. Aset lancar per 31 Desember 2011meningkat sebesar AS$67,6 juta atau 9% dari per 31 Desember 2010. Ini terutama karena peningkatan kas yang dibatasi penggunaannya sebesar AS$16,3 juta, piutang pajak lancar sebesar AS$56,7 juta dan persediaan sebesar AS$61,3 juta, diimbangi terutama oleh penurunan pada piutang usaha sebesar AS$58,0 juta dan saldo lainnya seperti kas dan setara kas, dan piutang lainnya, serta biaya dibayar di muka dan uang muka dengan total sebesar AS$8,6 juta.

Kas dan setara kas. Pos ini terdiri dari kas dan rekening bank sebesar AS$29,5 juta dan setara kas sebesar AS$369,6 juta dalam deposito berjangka yang tidak dibatasi penggunaannya. Komposisi kas dan setara kas berdasarkan mata uang disajikan dalam tabel di bawah ini. Tidak ada perubahan pada rata-rata tingkat bunga deposito berjangka denominasi AS$ pada tahun 2011 dan 2010, karena tingkat bunga stabil sekitar 0,20%, sementara rata-rata tingkat bunga deposito berjangka denominasi Rupiah pada tahun 2011 sebesar 5,40%, meningkat dari tingkat bunga pada tahun 2010 sebesar 6,5%. Sebagaimana ditunjukkan pada tabel di atas, jumlah kas dan setara kas sedikit berkurang sebesar AS$5,0 juta dari AS$404,1 juta pada tahun 2010 menjadi AS$399,2 juta pada tahun 2011, terutama karena penerimaan arus kas dari operasi yang lebih rendah dan belanja barang modal yang lebih tinggi, diimbangi oleh penurunan aktivitas pendanaan yang lebih rendah.

REF : http://www.idx.co.id

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: