Astagfirullah…!!! Ternyata Aku Sang Durjana

“ALLOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WA SALLIM WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIW WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD, FII KULLI LAMHATIW WANAFASIM BI’ADADI MA’LUUMAATILLAHI WA FUYUUDLHOOTIHI WA AMDAADIH“

Doa pembersih jiwa dan pengESAan kepada Tuhan 
(Al Habib Syeikh Sayyid Abdul Madjid Ma’roef RA guru dari Sang Prof)

 

 

Ketika himmah (semangat) berjuang menggelegar di dada ini,

Terasa dekat jiwa ini dengan Muallif Sholawat Wahidiyah RA,

Bagaikan pejuang sejati Kekasih Beliau RA,

Dimata ini semua nampak cela, dan penyimpangan yang harus diluruskan,

.

Kupengggal saudaraku sendiri,

Kutikam dan kutusuk teman seperjuanganku dengan senjata pamungkas berupa ilmu dan mujahadah,

Aku tak peduli siapapun itu,

Tapi kucoba melihat diri ini dengan air mata kerendahan,

Aku terkejut….!!!

Ternyata aku seorang Durjana,

.

Kenyataan dalam mujahadahpun aku lupa tak pernah ingat kepada Allah,

Begitupula didalam sholat, akupun juga lupa,

Anehnya lagi diriku bertepuk dada, tak pernah merasa rendah dihadapanNYA,

Yang ada hanya hiasan mahligai “Kebanggaan” dan mahkota “Ananiyah”,

Kupenggal dan kutikam saudaraku sendiri dengan sifat ananiyah,

Yang berbalut dengan perjuangan, ilmu dan mujahadah,

.

Duhai Mbah Yai Muallif RA…..

Ampunilah Sang Durjana ini,

Ternyata aku masih jauh,

Karena dikuasai sifat “Ananiyah”

Dikuasai oleh kebencian, dan sangkaan yang jahat,

.

Yaa Allah…

Sucikanlah hati ini, bersihkanlah jiwa ini,

Tanamilah diri ini dengan sifat kerendahan,

Agar kami menjadi seorang hamba dan seorang pencerah,

bukan seorang penghujat, yang tega menghabisi saudaraku sendiri,

.

Yaa Allah…

Penuhilah dada ini dengan sifat kasih sayang,

Sehingga tiada kebencian dengan siapapun juga,

.

Yaa Allah…

Ternyata aku adalah penipu,

Dimanakah pejuang sejati…????

Dan dimanakah a’wan sejati…????

Aku tertipu, ternyata diri ini adalah tiada arti,

.

Saudaraku-saudaraku…

Khususnya di Alam Hikmah….

Rendah dan tundukkanlah dirimu,

Pandanglah orang lain sebaik-baik manusia,

Dan pandanglah dirimu sejelek-jelek manusia,

Jadikanlah air mata kerendahan sebagai pencuci jiwa,

.

Ingat filosofi “TEBU”

Tidak akan mengeluarkan sari tebunya sebelum digiling dan diperas,

.

Ingat wahai saudaraku…!!!

Ujian, hujatan, fitnaan, kemiskinan, kerendahan, dan tangisan adalah sumber dari segala hikmah,

.

Catatan Kelam “Si Fakir” yang hina

 

sumber: http://www.alamhikmah.org

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: