Resensi Novel Nikah Syar’i

Judul                : Nikah Syar’I

Pengarang       : Syeikh Muhammad Ahmad Kan’an

Penerbit          : Darul Kutub, Bairut

Tahun terbit    : 1995 M/1415H

Cetakan I        : Januari 2011

Penerjemah     : Abdurrahman Wahyudi

Tebal Buku      : 254 halaman

Diresensi oleh : Nury Indriyani (22209083)

SINOPSIS

“Titian Menuju Rumah Tangga Bahagia”

Setiap wanita di dunia ini pasti mendambakan kehidupan rumah tangga yang sakinah, penuh dengan rasa aman dan kedamaian. Impian itu hanya bisa diwujudkan bila ia duduk berdampingan dengan seorang laki – laki yang bisa membahagiakannya dengan cinta dan kasih sayang, mencurahkan perhatian sepenuhnya, mencukupi semua kebutuhannya lahir dan batin, mewujudkan semua impiannya, dan menjadi pelabuhan cintanya dalam memadu kasih, berbagai rasa, dan bertukar cerita suka maupun duka.

Hal yang sama diimpukan setiap laki – laki. Ia pasti berangan – angan membangun rumah tangga yang harmonis, penuh gelak tawa, canda ria dan kemesraan, jauh dari duka dan penderitaan. Hingga yang dirasakan hanyalah ketenangan dan kedamaian bersama istri dan anak – anak tercinta. Ia berharap sepenuh hati untuk mewujudkan mimpi – mimpi itu bersama keluarganya tanpa adanya hambatan.

Sebagai pedoman membangun rumah tangga yang bahagia dan sakinah, buku ini memuat tuntunan bagi mereka yang ingin membina rumah tangga sesuia impian semua pihak, tahap demi tahap. Mulai dari masa perkenalan, khitbah(lamaran), tunangan, menikah, hamil, punya anak, mendidik anak, hingga akhir hidup.

Buku ini sangat baik untuk menjadi pedoman untuk para pembaca yang ingin membina rumah tangga secepatnya, karena bukan hanya sebuah pelarangan atau kebaikan saja yang dijelaskan namun selalu diperjelasa dengan hadits dan ayat al-qur’an untuk memperjelasa hukum – hukumnya. Apabila yang membaca bukan seseorang yang belum bersegera ingin menikah rasanya buku ini mampu menarik hati dan membuat harapan dan angan – angan ingin membina rumah tangga seperti tutunan secara syar’I atau sesuai syariat islam.

Isi dari sub – sub bab nya terdiri dari :

Bagian satu      : Perkawinan

Bagian Dua     : Meminang

Bagian Tiga     : Akad Nikah

Bagian Empat  : Malam Pengantin

Bagian Lima    : Bersetubuh (Jima’)

Bagian Enam   : Hamil dan Melahirkan

Bagian Tujuh  : Menyusui dan Mengasuh Anak

Bagian Delapan: Hak – hak Suami – Isteri

Bagian Sembilan: Hal –Hhal yang merusak Hubungan Suami  Isteri

Bagian Depuluh: Runtuhnya Mahligai Rumah Tangga

Bagian Sebelas : Anjuran Agama (Khishaal Al Fithrah)

Berikut saya kutipkan sebagian dari buku tersebut dengan meringkasnya. Sebagian dari kewajiban isteri terhadap suami nya dan kewajiab suami terhadap isterinya.

===KEWAJIBAN ISTERI TERHADAP SUAMINYA====

  1. Mengutamakan hak suami daripada hak diri dan keluarganya, Karena hak suami terhadapnya sangat besar.
  2. Selalu siap sedia setiap saat bila ‘dibutuhkan’ suaminya kapan pun dia mau kecuali pada waktu haid dan nifas. Dia tidak boleh menolak keinginan suaminya untuk menggaulinya.
  3. Tidak berpuasa sunnat tanpa izin suaminya, karena puasa dapat mengahalangi keingin suaminya untuk bersenang- senang dengannya.
  4. Tidak memberikan sesuatu apapun yang diambil dari rumah tanpa seizing suaminya.
  5. Tidak keluar rumah untuk bepergian dengan salah seorang mahramnya atau bekerja diluar rumah tanpa izin suaminya. Tidak bergaul dengan perempuan yang tidak disukai suaminya.
  6. Menerima apa adanya dan rela atas rizki yang diberikan Allah kepada suaminya.
  7. Menjaga diri dengan menutup aurat dan tidak menampakkan keindahan tubuhnya kecuali suaminya.
  8. Tidak memperkenalkan diri kepada teman suaminya dalam keperluan – keperluannya.
  9. Tidak membanggakan kecantikannya kepada suaminya dan tidal mencela suaminya jika ternyata dia buruk rupa.
  10. Mengasihi anak – anaknya, memelihara mereka, tidak memaki dan mengutuk mereka.

====KEWAJIBAN SUAMI TERHADAP ISTERI====

  1. Harus memiliki akhlah yang baik. Menggauli isterinya dengan baik, hidup bersamanya dengan cara yang ma’ruf dan tidak menyakitiny7a, demi mengamalkan sabda Rasulullah SAW : “Orang yang paling baik diantara kalian adalah orang yang baik pada isterinya”. (HR. Turmudzi). Maksudnya adalah bahwa laki – laki yang paling baik bukanlah laki – laki yang lemah lembut dan sopan diluar rumah, tetapi bersikap kasar pada isterinya. Laki – laki yang paling baik adalah ;laki – laki memperlakukan isterinya dengan cara paling baik, karena isteri adalah orang yang paling berhak diperlakukan dengan baik dan lembut.
  2. Bersabar jika dia menyakiti atau marah kepadanya, dan memaafkna semua kesalahannya.
  3. Bersenda gurau dengan isterinya sebatas tidak menjatuhkan ras hormat dan wibawanya di hadapan isterinya.
  4. Memiliki sifa t cemburu terhadap isterinya demi menjaga kehormatan dan kemuliaan isterinya.
  5. Menyediakan tempat tinggal untuknya yang terpisah dengan keluarganya.
  6. Memberikan maskawin secara tunai dan lengkap, karenamaskawin adalah hak isteri yang khusus untuk dirinya.
  7. Meberi nafkah dengan baik dan mencukupi kebutuhan isterinya, berupa makanan, pakaian, tempat tinggal dan lain sebagainya tanpa berlebihan.
  8. Mengajari isterinya urusan agama jika tidak mengetahuinya, dimulai dfari rukun iman dan urusan aqidah lainnya, lalu  hokum syariah ppokok yang berhubungan dengan bersuci, shalat, puasa, dan lainnya.
  9. Berlaku adil terhadap isteri – isterinya.
  10. Mendidik isteri apabila berbuat ketidak taatan (nusyuz) dan berusaha mengembalikannya ke jalan yang lurus. Bukan hanya untuk taat pada dirinya tetapi yang paling utama taat pada ALLAH SWT.
  11. Tidak melakukan mengeluarkan sperma diluar vagina saat bersetubuh (‘azl) tanpa izin isterinya
  12. Berusaha menjaga kehormatan agar terhindar dari perbuatan haram dan menjaga cinta kepada isterinya sebagaimana dia ingin isterinya selalu menjaga cinta kepadanya.
  13. Tidak menghina isterinya dengan cara mengumpat, mencela, merendahkan atau menjelk – jelekannya, baik dengan perkataan atau perbuatan, baik menyangkut fisiknya, akhlaknya, kleluarganya atau kerabatnya.
  14. Tidak terlalu memanjakannya saat masih mencintainya dan tidak menzaliminya disaat tidak menyukainya.

KELEBIHAN

  • Penjelasan dari tiap pedoman sangat jelas dengan menggunakan tutur bahasa yang baik dalam penyampaiannya sehingga tidak terkesan unsure porno, justru lebih ke pendidikan.
  • Penulis mengajak pembaca untuk mendalami islam dengan bahasa yang menyejukan
  • Penulis menyampaikan bahwa islam itu indah, tiap system dan aturan yang ALLAH berikan itu justru untuk kebahagiaan hambaNya. Dan subhanallah, ALLAH telah merancang sebuah proses pernikahan yang dimulai dari perkenalan hingga pendidikan anak serta bahtera rumah tangga hingga akhir hayat dengan sangat baik dan memudahkan.
  • Terdapat Tanya jawab yang mungkin pertanyaan itupun ada dibenak setiap pembaca.

KEKURANGAN

  • Ranah Tanya jawabnya kurang banyak
  • Tidak menjelaskan lebih detail mengenai perbedaan dan perdebatan yang ada dalam tiap pemahaman yang ada dalam fakta.
  • Kurang menjelaskan perbedaan dan penjelasan mengenai unsur budaya pernikahan yang ada saat ini.
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: