Ternyata “Takabur” Itu Memang Indah Ya?

“ALLOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WA SALLIM WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIW WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD, FII KULLI LAMHATIW WANAFASIM BI’ADADI MA’LUUMAATILLAHI WA FUYUUDLHOOTIHI WA AMDAADIH“

Doa pembersih jiwa dan pengESAan kepada Tuhan
(Al Habib Syeikh Sayyid Abdul Madjid Ma’roef RA guru dari Sang Prof)

Ingatlah wahai saudaraku…!!!

Kita ini makhluk Tuhan, hamba Allah, mestinya seorang hamba, dikala menyebut asmaNYA, saat itu muncullah sifat kerendahan, lemah, dan berlumuran dosa, sehingga ia tidak ingin menonjolkan diri, bahkan selalu ada dibawah dan memiliki sifat seperti tanah, jika tanah itu di beri kotoran mestinya tanah itu menjadi subur, begitupula dengan hati manusia ketika ia dihina, di caci layaknya dilempar seperti kotoran, semestinya ujian hinaan dan cacian itu bisa menjadi pupuk untuk menyuburkan hatinya.

Itu adalah sifat seorang hamba,

Tapi memang indah, bila hati merasa takabur, sombong, dan membicarakan kelebihan, kehebatan diri sendiri dihadapan orang lain, bahkan menganggap semua kecil tidak ada apa-apanya, sehingga lupa bahwa diri ini adalah ciptaan yang tiada arti, tiada daya, bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.

Tapi mengapa hati ini tidak pernah menyadari perasaan seperti itu? sudah butakah mata hati ini? Ataukah diri ini sudah mabuk dengan keindahan takabur dan kesombongan itu?

Memang takabur dan kesombongan itu sangat indah ya…

Ingatkah dikala iblispun terlena dan mabuk dengan ketakaburannya, sehingga sifat AKUNYA melupakan dan membius dirinya.

Ingatkah ketika Iblis mengatakan kepada Allah:

Ana khoirun minhu kholaqtani minnarin wa kholaqtahu mintiin (Al A’raaf 12)

“Aku lebih baik daripada adam, kuciptakan aku dari api dan ada kau ciptakan dari tanah”

Dikala itu Iblispun lupa bahwa iapun adalah ciptaan yang tiada kemampuan dan kekuatan, tanpa DIA (ALLAH) iapun tidak akan wujud.

Inilah indahnya ketakaburan dan kesombongan, yang muncul akibat sifat AKU yang ada didalam hati, sehingga Sang Pencipta pun dianggap kecil apalagi yang lainnya.

Bagaimanakah dengan diri kita?

Sudahkah kita sebagai seorang hamba?

Ataukah kita mengaku menjadi seorang hamba?, tapi kenyataanya kita tidak mengenal kepadaNYA.

Ketika kita beribadah, ketika kita sholat, ketika kita menunaikan ibadah haji, bahkan ketika kita bisa mencium “Hajar Aswad”, tidak terasa kesombongan dan kebanggaan justru menyuburkan sifat AKU sehingga nampak perasaan suci seakan-akan dirinya dekat dengan TuhanNYA.

Alangkah indahnya takabur dan kesombongan itu bisa menyuburkan sifat AKU didalam diri seorang hamba.

Inilah seutas benang merah yang membuat seorang hamba masuk dalam “kubangan syirik”, karena si hamba merasa memiliki karakter sebagai Tuhan, bukan karakter seorang hamba yang memiliki sifat lemah, rendah, dan merasa penuh dosa.

Siapakah yang selamat dari sifat itu?

Celakalah kalau kita terjangkit dan ternoda dengan virus-virus AKU, sehingga iman kita hanya sebagai fatamorgana.

Inilah keanehan hati, keanehan jiwa, keanehan roh seorang hamba,

Mungkinkah roh kita sudah sangat payah? Ataukah roh kita sudah sakit parah? Bahkan mungkin sudah mati?

Pernahkan kita menyadari fenomena ini?

Hanya hati yang jernih yang penuh dengan kerendahan dan kasih sayanglah yang akan mendapatkan pertolongan dasyat dari YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG.

Sehingga si hamba lebur dalam ketiadaannya untuk menemukan dan kembali menyatu kedalam keberadaanNYA, karena Si Hamba tidak akan pernah ada.

Kata Sang Prof: Inilah yang disebut TAJALLI (BILLAH yang hakiki) sehingga jelas didalam jiwa si hamba yang ada dan yang wujud hanya DIA (ALLAH) dan Inilah HAKIKAT pengetrapan kalimah TOYYIBAH : “LAA ILAAHA ILLALLOH”.

Hal itu sesuai dengan firman ALLAH dalam surat Al Qasas 88:

“Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan” 

Beliau mengatakan dengan doa pembersih hati karya Syeikh Al Habib Sayyid Abdul Madjid Ma’roef RA, adalah salah satu alat yang paling mudah untuk mencapai penjiwaan dan pengetrapan kalimah TOYYIBAH tersebut, sehingga kita menjadi hamba yang hakiki (ABDULLAH HAQQON):

 

“ALLOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WA SALLIM WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIW WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD, FII KULLI LAMHATIW WANAFASIM BI’ADADI MA’LUUMAATILLAHI WA FUYUUDLHOOTIHI WA AMDAADIH“

 

 

###

Perhatikan jika hati manusia sudah terkena virus KEAKUAN maka:

Jangankan diajak ingat kepada Allah, ingat kepada dosapun tidak mampu, bahkan lebih-lebih menangisi dosa yang berkarat ini sudah sangat sulit, yang ada hanya kesombongan yang nampak, ke AKU an yang menjadi, kesenangannya menonjolkan diri, bahkan menfitnah sesama saudara maupun orang lain, seakan-akan dirinya yang merasa benar dan suci sendiri.

Inilah jiwa yang sakit, rohani yang buta karena sudah diikat oleh nafsu ananiyah.

Kalau telinga rohani kita tidak tuli, mungkin kita akan mendengar jeritan jiwa yang sekarang sedang meronta, tapi sayang telinga rohani kita tuli, tidak mendengar jeritan jiwa yang telah diikat dan dibantai dengan kejinya oleh nafsu ananiyah.

Ketika bibir menyebut asmaNYA, semestinya hati ini merasakan kehadiranNYA,

Maksudnya ketika menyebut Asma AgungNYA, maka tidak ada sedikitpun pengakuan apapun yang ada didalam dirinya, karena semuanya harus lebur, harus hilang, dan harus tiada (NOL) termasuk dirinya sendiri, karena yang mutlak ada hanyalah DIA.

Maka…

Jangan pernah kau kotori “Asma Agung” itu dengan kemunafikan kita,

Jangan pernah kau kotori “Asma Agung” itu dengan kebencian kita,

Jangan pernah kau kotori “Asma Agung” itu dengan KEAKUAN kita, dan

Jangan pernah kau kotori “Asma Agung” itu  dengan perasaan mampu dan merasa ada,

Ingatlah wahai saudaraku…!!!

Manusia hidup di dunia ada batasnya antara 60 – 70 tahun lamanya:

1 hari akhirat = 1000 tahun dunia

24 jam akhirat = 1000 tahun dunia

3 jam akhirat = 125 tahun dunia

1,5 jam akhirat = 62,5 tahun dunia

Maka hidup ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja.

Setelah itu jiwa pasti akan berpulang, roh akan kembali kepadaNYA,

Semua yang melekat di dalam diri kita pasti akan kita tinggal,

Kemuliaan, kepandaian, kemewahan, anak, istri, suami, bahkan derita yang sekarang kita alami, semua akan kita tinggal.

###

Ingatlah wahai saudaraku…!!!

Hanya satu setengah jam saja, menentukan kehidupan abadi kita kelak berjumpa denganNYA atau malah kita akan tersesat tidak tahu jalan?

Hanya satu setengah jam saja permainan itu berlangsung (penderitaan, sakit, kemiskinan, kemuliaan, dsb), maka bersabarlah.

Hanya satu setengah jam saja, hilangkan perasaan AKU yang telah menempel dihati kita, coba jadilah sebagai hamba yang sejati bukan hamba yang imitasi yang penuh dengan kebusukan dan kemunafikan.

Hanya satu setengah jam saja, pasrahkan jiwa, NOL semuanya, kembalikan kepada yang Maha Ada.

Hanya satu setengah jam saja, mari langkah ini kita jadikan langkah yang penuh perjuangan yang penuh barokah, dan

Hanya satu setengah jam saja, bernafaslah di dalam sholawat, berjalanlah di dalam sholawat, hidup dan matilah di dalam sholawat.

Ingat… !!! Satu setengah jam, dalam kehidupan ini menentukan segala-galanya yang tidak lepas dari kehendakNYA.

Selamat dan sukses, semoga Allah meridhoi...

“Hidup Sekali Harus Berarti”

Catatan kelam perjalanan hidup dari “Si Fakir” yang hina

Dalam bumi kerendahan, 9 Oktober 2011

sumber : http://www.alamhikmah.org/2011/10/ternyata-itu-memang-indah-ya.html

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: