PERJANJIAN KETENAGAKERJAAN

MENGENAL PERJANJIAN KETENAGAKERJAAN

Kita merasa jarang bertemu dengan orang baik,
kecuali mereka yang sependapat dengan kita.

Francois De La Rochefoucauld•

Berbagai upaya dilakukan manusia agar dapat bertahan hidup. Salah satu upaya yang dilakukan manusia untuk dapat bertahan hidup adalah bekerja. Begitu penting bekerja bagi manusia sehingga tidak perlu heran jika ada segelintir manusia yang mau melakukan apa saja demi pekerjaan.
Pekerjaan terus berkembang atau bertambah seiring dengan kemajuan yang dicapai manusia di berbagai bidang kehidupan. Akan tetapi bersamaan dengan itu ada beberapa pekerjaan yang berkurang bahkan hilang sama sekali.
Ada pekerjaan yang dulu belum ada bahkan tidak terbanyangkan ternyata sekarang muncul dan berkembang. Dua puluh tahun lalu tidak terbayangkan kalau akan ada pekerjaan penjual voucher telepon, pemain sinetron, atau pembalap A1 . Bertolak belakang dengan itu, di kampoengkoe, sekarang sudah tidak ada lagi petani dan/atau buruh tani karena sebagaian besar tanah yang dulu merupakan sawah dan kebun telah lama diubah menjadi perumahan dan perkantoran sejalan dengan perubahan peruntukan yang dibuat pemerintah.
Pada saat ini ragam pekerjaan manusia sudah sangat banyak. Pekerjaan-pekerjaan itu dapat dibagi berdasarkan beberapa kriteria, seperti:
(a) kemampuan, yaitu fisik dan intelektual
(b) kelangsungan, yaitu sementara dan tetap (terus-menerus)
(c) lingkup, yaitu umum dan khusus (spesialisasi)
(d) tujuan, memperoleh pendapatan dan tanpa pendapatan.
Berdasarkan pembagian di atas pekerjaan dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu:
(a) Pekerjaan dalam arti umum, yaitu pekerjaan apa saja yang mengutamakan kemampuan fisik, baik sementara atau tetap dengan tujuan memperoleh pendapatan (upah).
(b) Pekerjaan dalam arti tertentu, yaitu pekerjaan yang mengutamakan kemampuan fisik atau intelektual, baik sementara atau tetap dengan tujuan pengabdian.
(c) Pekerjaan dalam arti khusus, yaitu pekerjaan bidang tertentu, mengutamakan kemampuan fisik dan intelektual, bersifat tetap, dengan tujuan memperoleh pendapatan.

Semakin hari semakin banyak aspek kehidupan manusia yang diatur dengan hukum. Perhatian masyarakat terhadap hukum pun semakin meningkat. Tidak heran jika dalam perbincangan sehari-hari pun sering terdengar orang berkata: “Bagaimana menurut hukum?”. Salah satu aspek kehidupan manusia yang telah cukup lama diatur dengan hukum adalah ketenagakerjaan.
Di dalam bidang hukum sendiri ada banyak hal yang dapat dikaji, antara lain sumber hukum. Sumber hukum paling tidak mempunyai dua arti. Pertama sumber hukum dalam arti materiil dan kedua sumber hukum dalam arti formil. Sumber hukum dalam arti yang pertama menjawab pertanyaan: “Mengapa hukum mengikat kita?” Sedangkan sumber hukum dalam arti yang kedua menjawab pertanyaan: “Dimanakah mendapatkan atau menemukan hukum yang mengatur kehidupan kita?”. Dalam kehidupan sehari-hari sumber hukum dalam arti yang kedualah yang terpenting dan paling sering dibutuhkan.
Sumber hukum formal masih dapat dibagi lagi menjadi hukum autonoom dan hukum heteronoom. Hukum autonoom adalah hukum yang dibuat sendiri sedangkan hukum heteronoom adalah hukum yang dibuat oleh orang lain, pihak lain, atau lembaga tertentu. Hukum autonoom muncul seiring dengan kebutuhan manusia untuk mengatur hubungan dengan sesama. Dalam hal ketenagakerjaan contoh hukum autonoom adalah perjanjian kerja.
Perkembangan kebutuhan mengantarkan manusia pada suatu kenyataan bahwa hukum autonoom saja tidak memadai lagi. Manusia ternyata membutuhkan pihak lain terutama negara untuk mengatur berbagai hubungan yang ada. Dalam hal ketenagakerjaan kemudian muncul berbagai peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.
Membahas sumber hukum secara keseluruhan tentu sangat menarik dan perlu. Akan tetapi, tidak mudah untuk membahas keseluruhan sumber hukum dalam satu tulisan bahkan sumber hukum ketenagakerjaan saja sekalipun. Oleh karena itu, dalam tulisan ini hanya akan dibahas sebagian dari sumber hukum formil ketenakerjaan yaitu perjanjian.

SUMBER : http://bnpds.wordpress.com/2008/05/08/perjanjian-ketenagakerjaan/

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: