tujuan dan sumber hukum

Tujuan hukum adalah untuk mencapai tertib hukum, kepastian hukum dan ketentraman sosial
serta keadilan hukum.
Penggolongan hukum
a. Hukum menurut isinya :

Hukum publik ialah hukum yang mengatur hubungan negara dan warganya.
Contohnya : UU Lalulintas, UU Pemilu, UU Pajak

Hukum privat ialah hukum yang mengatur hubungan antar warga negara,
Contohnya : UU PT
b. Hukum menurut kekuatan yang mengikatnya :

Hukum yang mengatur dapat dikesampingkan atau dipilih. Misalnya ketika
melakukan kontrak kerjasama dengan perusahaan dari negara lain, pihak yang
bersangkutan bebas menentukan dasar hukum negara mana yang dipilih dengan
tanpa menyalahi aturan yang ada.

Hukum yang memaksa dan tidak dapat kebebasan memilih. Misalnya ketika
melakukan pembunuhan, pelaku akan dijerat hukuman sesuai UU tanpa kecuali.
c. Hukum menurut wujudnya :

Hukum objektif ialah hukum yang berlaku umum di suatu negara tertentu.

Hukum subjektif ialah hukum yang menimbulkan hak dan kewajiban bagi
seseorang.
d. Hukum menurut tempat berlakunya :

Hukum nasional ialah hukum yang hanya berlaku di suatu negara tertentu

Hukum internasional ialah hukum yang berlaku secara internasional. Misalnya :
hukum perang.
e. Hukum menurut waktu berlakunya :

Hukum positif (ius constitutum) hukum yang berlaku di negara dan waktu tertentu,
berlaku saat ini.

Hukum yang dicita-citakan (ius constituendum) hukum yang diharapkan di masa
yang akan datang.
f.Hukum menurut bentuknya :

Hukum tertulis, hukum yang memiliki bentuk fisik dan tertulis seperti UU, KUHP.

Hukum tidak tertulis, hukum yang tidak memiliki bentuk fisik tapi juga diterapkan
di dalam masyarakat seperti hukum adat.
g. Hukum menurut penerapannya :

Hukum konkrit ialah hukum yang sudah diterapkan di suatu kasus atau perkara.

Hukum abstrak ialah hukum yang masih hanya berupa UU yang belum diterapkan
pada suatu perkara.
h. Hukum menurut pemeliharaanya :

Hukum materil ialah hukum yang ditulis dalam UU.

Hukum formil ialah ketentuan dan tata cara menjalankan hukum.
Hukum dan Sumber Hukum

Hukum disebut juga norma/kaidah. Dibuat oleh pemerintah yang bersifat memaksa tanpa kecuali demi tercapainya tertib hukum dan keadilan. Terdapat dua jenis style hukum yakni, style hukum Eropa yang menggunakkan unifikasi dan kodifikasi dan style hukum Amerika yang berasal dari custom/kebiasaan, dimana style hukumnya menawarkan budaya baru kepada masyarakat dan hukumnya tidak tertulis. Style hukum di Indonesia mengikuti style hukum Eropa. Unifikasi adalah pengelompokan/inventarisasi hukum yang sejenis ke dalam
suatu kelompok. Kodifikasi adalah penjilidan/undang-undang tertulis yang sejenis ke dalam
satu kitab.
Sumber-sumber hukum

Secara materil, sumber hukum dapat berasal dari para ekonom, sosiolog, rohaniawan, sejarawan, dan lainnya. Misalnya ekonom memandang hukum dari hukum permintaan dan penawaran. Sosiolog memandang hukum sebagai fenomena yang ada dalam masyarakat. Rohaniawan memandang hukum berasal dari kitab suci.
Secara formil,
o
UU
: dibuat presiden dan disetujui oleh DPR.
o
Kebiasaan
: kebiasaan yang ada di masyarakat yang dijadikan landasan.
o
Yurisprudensi : keputusan hakim terdahulu yang dijadikan landasan suatu perkara.
o
Traktat
: perjanjian yang telah disetujui yang dijadikan landasan suatu perkara.
o
Doktrin
: pendapat sarjana terkemuka yang dijadikan landasan suatu
perkara

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: