JENDELA HATI

Jendela Hati

Tak biasanya jendela itu terbuka setelah cahaya pergi
Sebuah aroma yang belum pernah hadir mulai melewati
Pertama terhirup membuat bulu hidung terasa berdiri
Untuk yang kedua diriku menjadi menikmati
Selanjutnya penciumanku selalu menanti dan mencari
Kapan aroma itu datang kembali
Bila sudah begitu jendela itu menjadi tak terkendali
Dia menjadi lupa kepada siapa harus terbuka atau terkunci
(Adi Nurcahyo, Jember – 2008)

Penjelasan :

Pada awalnya pandangan kita begitu terjaga, sampai akhirnya pandangan itu melihat sesuatu yang belum pernah kita saksikan sebelumnya, sesuatu yang tidak layak kita lihat. Sehingga membuat hati kita berdegup kencang dibuatnya, pikiran terasa tertusuk karenanya. Namun, saat pandangan itu kita arahkan untuk yang kedua kali, degup hati sudah terkendali dan pikiran mulai menghayati objek tersebut.

Bila penghayatan itu berlangsung sekian lama, maka hati mulai menikmati, dan jiwa akan menyukai. Bila sudah begitu, hati akan menjadi rindu kepada objek tersebut. Untuk selanjutnya kita akan berusaha untuk melihatnya kembali pada kesempatan yang lain, dengan berbagai macam cara. Jadilah pandangan kita menjadi liar tak terkendali, karena telah dikuasai oleh nafsu yang membakar hati.

sumber : http://www.scribd.com/doc/11431749/Kumpulan-Puisi-Dan-Syair-Islam-Vol-1

Iklan
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: