ayo berkoperasi

berkoperasi tidak ada paksaan dan dilakukan dengan sukarela, sesuai kebutuhan kita untuk berkoperasi. Judul di atas adalah untuk menyampaikan informasi terkait dengan kondisi perkoperasian di luar Indonesia yang ternyata kondisinya bertolak belakang dengan kondisi koperasi di negara kita.

Data-data berikut ini adalah terjemahan dari data statistik koperasi dari situs International Cooperative Alliance (ICA:www.ica.coop) yang merupakan induk gerakan koperasi di dunia. Menurut ICA, gerakan koperasi mewakili tidak kurang dari 800 juta penduduk dari berbagai belahan penjuru dunia, bahkan Peserikatan Bangsa Bangsa (United Nations) mengungkapkan di tahun 1994 terdapat 3 milliar orang (setengah dari jumlah penduduk dunia saat itu) yang menggantungkan hidupnya pada usaha koperasi.

Tahukah kita dari mana segmen yang luas dari populasi anggota koperasi di dunia tersebut berasal?

  • Di Argentina, terdapat lebih dari 17.941 komunitas koperasi dengan jumlah anggota mencapai 9,1 juta orang.
  • Di Belgia, terdapat 29.933 komunitas koperasi di 2001.
  • Di Kanada, empat dari sepuluh warga negara Kanada adalah anggota dari minimal satu koperasi . Bahkan di Quebec (salah satu propinsi terbesar di Kanada), tidak kurang dari 70% penduduknya merupakan anggota koperasi , sementara di Propinsi Saskatchewan terdapat 56% penduduk yang menjadi anggota koperasi .
  • Di Kolombia, data tahun 2005 menyebutkan bahwa lebih dari 3,3 juta orang menjadi anggota koperasi atau 8,01 % dari jumlah populasi penduduk Kolombia.
  • Di Kosta Rika Amerika Tengah, terhitung lebih dari 10% populasi penduduknya adalah anggota koperasi .
  • Di Finlandia, S-Group (salah satu bentuk Koperasi dan usaha bersama) mempunyai anggota individu sejumlah 1.468.572, di mana hal ini merepresentasikan 62 % rumah tangga penduduk Finlandia.
  • Di Jerman, terdapat 20 juta orang yang menjadi anggota koperasi. 1 dari 4 orang di Jerman adalah anggota koperasi.
  • Di Jepang, 1 dari setiap 3 keluarga adalah anggota koperasi .
  • Di Kenya Afrika, 1 dari 5 orang adalah anggota koperasi atau 5,9 juta dan 20 juta masyarakat Kenya secara langsung maupun tidak langsung menggantungkan hidupnya dari gerakan koperasi .
  • Di India, lebih dari 239 juta orang adalah anggota koperasi .
  • Di Malaysia 5,9 juta orang atau 24 % dari total jumlah penduduk Malaysia adalah anggota koperasi .
  • Di New Zealand, 40 % dari poulasi penduduk dewasa 40% adalah anggota koperasi dan usaha bersama.
  • Di Singapura, 50 % dari jumlah penduduk Singapura (1,6 juta orang) adalah anggota koperasi .
  • Di Amerika Serikat yang merupakan negara nenek moyangnya kapitalis, 4 dari 10 individu adalah anggota koperasi (25 %).
  • Bagaimana dengan di Indonesia? Sampai dengan tahun 2006, Kementrian Negara Koperasi dan UKM mencatat 27.776.133 orang di Indonesia adalah anggota koperasi .

Bagaimana dengan peran dan kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional?

  • Di Belgia, koperasi farmasi menguasai pangsa pasar hingga mencapai 19,5 %.
  • Di Benin Afrika Barat, FECECAM, Federasi Koperasi Tabungan dan Pinjaman menyediakan 16 juta dollar Amerika (Rp. 152 milyar) untuk dana pinjaman masyarakat.
  • Di Brazil, koperasi meyumbang 40 % Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian dan 6 % dari total ekspor agribisnis. Tahun 2006, koperasi di Brazil mengekspor 7,5 juta ton produk pertanian dengan nilai 2,83 milyar dollar Amerika ke 137 negara di seluruh dunia.
  • Di Bolivia, Koperasi Ahorro y Crédito “Jesús Nazareno” Ltda. (CJN) menguasai 25 % jumlah simpanan di Bolivia pada tahun 2002.
  • Koperasi Pohon/Kayu Gula Kanada merupakan penghasil 35 % produksi pohon/kayu gula di dunia.
  • Koperasi di Pantai Gading Afrika Barat menginvestasikan 26 juta dollar Amerika untuk membangun sekolah, jalan-jalan di pedesaan dan mendirikan klinik kesehatan ibu.
  • Di Colombia, 6.462 koperasi menyumbang 5,25 % dari PDB Kolombia di tahun 2005. Saludcoop, sebuah koperasi kesehatan menyediakan layanan kesehatan untuk 15,5% penduduk Kolombia. Koperasi kopi di Kolombia juga menguasai pangsa pasar kopi Kolombia sebesar 33,78%. Selanjutnya koperasi jasa keuangan di Kolombia juga berkontribusi 5,8 % dari pangsa pasar jasa keuangan di seluruh Kolombia.
  • Di Jepang, laporan koperasi pertanian menyebutkan hasil output produksi senilai 90 milyar dollar Amerika di mana 91 % petani di Jepang sebagai anggota koperasi .
  • Di Kenya, koperasi berkontribusi 45 % dari PDB dan 31 % dari jumlah tabungan dan simpanan. Koperasi di Kenya juga menguasai 70 % pangsa pasar kopi, 76 % susu, 90 % pyrethrum, dan 95 % katun.
  • Di Korea, koperasi pertanian mempunyai anggota lebih dari 2 juta petani (90 % dari jumlah petani keseluruhan) dan menghasilkan output 11 milyar dollar Amerika. Koperasi nelayan Korea juga disebutkan menguasai pangsa pasar 71 %.
  • Di Norwegia, koperasi susu berkontribusi 99% dari total produksi susu. Koperasi konsumen juga menguasai 25 % pasar. Koperasi nelayan juga menyumbang 8,7 % dari total ekspor produk perikanan. Koperasi kehutanan juga menghasilkan 76 % kayu dan tercatat 1,5 juta dari 4,5 juta penduduk Norwegia adalah anggota Koperasi .
  • Di Polandia, koperasi susu menguasai 75 % produksi susu.
  • Koperasi dan usaha bersama di Skotlandia juga terhitung memberikan sumbangan 4,25 % dari PDB Skotlandia, dengan perputaran usaha tahunan mencapai 4 milyar poundsterling dan asetnya mencapai 25 milyar poundsterling.
  • Di Singapura koperasi konsumen menguasai 55 % pasar dalam pembelian supermarket dan mempunyai perputaran 700 juta dollar Amerika.
  • Di Vietnam, koperasi menyumbang 8,6 % dari PDB.
  • Di Amerika Serikat, lebih dari 30 koperasi mempunyai pendapatan tahunan yang mencapai 1 milyar dollar Amerika. Dalam 100 daftar koperasi terbaik di Amerika Serikat tahun 2003, koperasi di Amerika Serikat memiliki kombinasi pendapatan hingga mencapai 117 milyar dollar Amerika. Selanjutnya, tidak kurang dari 30 % produksi pertanian di Amerika Serikat dipasarkan melalui 3400 Koperasi pertanian.
  • Di Indonesia, belum ada perhitungan yang pasti mengenai kontribusi koperasi terhadap PDB. Yang ada dan dihitung di Indonesia, biasanya adalah kontribusi Usaha Kecil dan Menengah terhadap PDB.

Bagaimana kontribusi koperasi dalam menciptakan lapangan kerja?

  • Koperasi menyediakan lebih dari 100 juta pekerjaan di seluruh dunia, 20 % lebih banyak daripada perusahaan multinasional.
  • Di Prancis, 21.000 koperasi menyediakan 4 juta pekerjaan di tahun 2007.
  • Di Jerman, 8.106 koperasi menyediakan pekerjaan bagi 440,000 orang.
  • Di Itali 70.400 komunitas koperasi mempekerjakan tidak kurang dari 1 juta orang di tahun 2005.
  • Di Kenya, 250.000 orang bekerja di koperasi .
  • Di Indonesia sendiri, Kementrian Negara Koperasi dan UKM RI melaporkan pada tahun 2006 tercatat Koperasi mampu menyerap tenaga kerja sejumlah 350.435 orang.

Dari data-data valid yang dikumpulkan ICA dari seluruh penjuru dunia tersebut, masihkah kita ragu untuk berkoperasi ? Masih layakkah koperasi dikategorikan sebagai badan usaha nomor tiga seperti halnya di Indonesia? Jawabannya tentu tidak dan salah besar bagi masyarakat awam di Indonesia yang masih menganggap koperasi dengan pandangan sebelah mata. Sekali lagi, pada kenyataannya, koperasi di berbagai belahan penjuru dunia selain di Indonesia, ternyata justru berperan penting dan sangat signifikan dalam menumbuhkan perekonomian suatu negara, sekaligus dapat menambah kesejahteraan masyarakatnya.

Mengapa di Indonesia, koperasi yang dikatakan sebagai sokoguru perekonomian di Indonesia oleh para founding fathers kita justru belum bisa berbuat banyak? Mengapa di Amerika Serikat yang getol disebut sebagai negara kapitalis, justru koperasi bisa tumbuh dan berkembang besar? Fakta agak ironis mungkin bisa dilihat dalam daftar 300 koperasi terbaik di seluruh dunia yang dirilis oleh ICA General Assembly ICA Oktober 2007 di Singapura, di mana delegasi koperasi dari Indonesia belum ada satu pun yang berhasil masuk dalam daftar koperasi terbaik tersebut. Kondisi ini berbanding terbalik dengan negeri kapitalis Amerika Serikat, di mana koperasi di Amerika Serikat justru menjadi penyumbang delegasi terbanyak dalam 300 koperasi terbaik versi ICA dengan jumlah 67 Koperasi . Oleh karena itu menjadi tugas bersama bagi kita semua di Indonesia untuk kembali meneguhkan jatidiri perekonomian negeri ini dengan berkoperasi, karena koperasilah badan usaha yang paling sesuai dan dengan nilai-nilai bangsa ini dan akan menyelesaikan permasalahan ekonomi yang tengah melilit bangsa ini. Untuk itu harus ada komitmen yang kuat dari semua elemen bangsa, terutama para pemimpinnya, untuk bisa memajukan kembali koperasi, sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa ini. Mari kita bergandeng tangan memajukan koperasi, tentunya koperasi yang konsisten dengan jatidiri koperasi dan bukan sekadar koperasi yang papan nama. Akhirnya, Through Cooperative, Another World Is Possible!

*) Penulis adalah Runner Up Duta Koperasi Jatim 2007, Pengurus Kopeda MMS Jatim dan Staf pada

sumber : sumber : http://jurnal.diskopjatim.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=81:mimbar–mengapa-ragu-berkoperasi-

sumber : http://makhrisyafrisal.wordpress.com/2010/05/05/mengapa-ragu-berkoperasi/

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: